BUDIDAYABURUNG

Memahami Sifat dan Karakter Burung Kicau

Kenapa Anda harus memahami sifat dan karakter burung kicau peliharaan Anda? Burung kicau yang dirawat dengan cara yang baik dan benar tidak hanya bisa memamerkan suara, tetapi akan menampilkan daya tarik tubuhnya yang lain. Hobiis perlu mencermati beberapa hal penting tentang burung kicau agar mengetahui berbagai persoalan tentang burung kicau peliharaan dengan pasti.

Memahami Sifat dan Karakter Burung Kicau

Untuk burung kicau, lokasi asal burung penting untuk diketahui. Hal itu karena kehidupan dan perkembangbiakan burung kicau secara alami sangat dipengaruhi oleh pada vegetasi di sekitar lingkungannya. Dengan begitu, kita juga dapat menghubungkan dengan ragam jenis pakan dan sumbernya dari tumbuhan yang ada di habitatnya. Kaitannya dengan hal tersebut adalah topografi daerah hunian burung kicau tersebut.

Faktor lain yang menyangkut iklim atau tinggi rendahnya curah hujan di suatu daerah. Hal itu berpengaruh pada ragam jenis dan ketersediaan pakan. Pengaruh lain yang bisa terjadi adalah pada pertumbuhan (ukuran) fisik burung kicau itu sendiri. Begitu pun pada karakter atau tipe suaranya. Artinya, perbedaan besar kecilnya ukuran tubuh, volume suara, kering tidaknya suara yang dimiliki, serta kecerahan warna bulu pada jenis burung kicau yang sama sangat dipengaruhi oleh habitatnya.

Memahami Sifat dan Karakter Burung Kicau

Sebagai contoh, burung anis kembang yang berasal dari Jawa Barat dan Jawa Timur memiliki perbedaan kualitas, baik dari ukuran fisik dan suara kicauannya. Hal tersebut disebabkan karena perbedaan iklim yang sangat mencolok di kedua daerah tersebut sehingga berpengaruh pada vegetasi yang ada di antara Pulau Jawa bagian barat dan Pulau Jawa bagian timur. Secara alami, kondisi tersebut berdampak langsung pada ragam jenis makanan yang tersedia di alam dan dikonsumsi burung kicau, baik untuk bertahan hidup maupun berkembang biak.

Sifat Burung Kicau

Sebagian besar habitat di Pulau Jawa bagian barat hampir sepanjang tahun dalam kondisi basah. Hal tersebut tentunya mendukung keberadaan hutan tropika yang lebat dan menjadi gudang makanan bagi beragam jenis burung kicau. Ketersediaan makanan pun berlangsung secara terus-menerus. Sebaliknya, posisi Pulau Jawa bagian timur terletak dalam wilayah bayangan hujan dari Benua Australia.

Sifat Burung Kicau

Oleh sebab itu, curah hujan di Pulau Jawa bagian timur lebih bersifat musiman, khususnya di sepanjang pesisir utara. Di tambah lagi musim kering terjadi secara tetap dalam waktu berbulan-bulan. Tentu hal itu sangat berpengaruh pada vegetasi secara alami. Hutan yang ada tidak lebat dan pada umumnya terbuka. Hanya sebagian kecil daerah di Jawa bagian timur bersifat basah dan ditumbuhi hutan lebat. Semua itu sangat berpengaruh pada jenis dan jumlah makanan yang tersedia. Dampaknya terhadap burung kicau pasti pada fisik dan kemampuannya berkicau.

Dengan memahami persoalan tersebut, paling tidak kita bisa memahami tentang burung kicau dari segi fisik dan kualitas suaranya. Hal itu, dimaksudkan juga berlaku pada burung kicau unggulan jenis lain seperti cucak rawa, murai batu, cucak ijo dan kacer.

Karakter Burung Kicau

Selama ini, burung kicau yang diperjual-belikan di pasaran umumnya masih merupakan hasil tangkapan liar, baik burung lokal maupun impor. Adapun burung kicau yang berasal dari tangkaran hanya meliputi beberapa jenis seperti kenari (Eropa, Cina, Taiwan dan Australia), love bird (Belanda) serta gold amadin dan parkit (Australia). Namun beberapa tahun belakangan ini, burung kicau lokal hasil penangkaran mulai mengisi kekosongan pasar jenis burung kicau seperti anis kembang, anis merah, cucakrawa, murai batu, kacer dan black throat, walaupun jumlahnya belum banyak.

Karakter Burung Kicau

Secara kualitas, burung kicau tangkaran mulai menunjukkan hasil yang cukup baik. Perawatan untuk menjadi burung kicau kontes juga terbilang cukup mudah. Hanya saja, tidak semua penangkar mau melepas atau menjual burung kicau hasil tangkarannya yang berpotensi dan bisa diandalkan sebagai burung kicau lapangan. Salah satu alasan yang diberikan biasanya disebabkan burung kicau tersebut hendak dijadikan bibit (indukan). Kalaupun ingin menjualnya, penangkar akan menawarkannya dengan harga yang tinggi.

Baca Juga :

Demikian pembahasan singkat mengenai memahami sifat dan karakter burung kicau, semoga bermanfaat.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close