BUDIDAYABURUNG

Menelusuri Potensi di Balik Hobi Memelihara Burung Kicau

Menelusuri Potensi di Balik Hobi Memelihara Burung Kicau – Dilihat dari sebarannya, hobi burung kicau dapat ditemukan mulai dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia, dari Pantai Sabang di Aceh hingga lereng Pegunungan Jaya Wijaya di Papua.

Berbicara tentang hobi memang kadang sulit dimengerti, termasuk pilihan seseorang untuk memiliki kegemaran memelihara burung kicau. Padahal, ridak sedikit uang yang harus dikeluarkan sebagai biaya untuk mendapatkan seekor burung kicau dan perawatannya. Memang, hobi tidak hanya melibatkan perasaan senang, tetapi juga menyangkut gengsi dan status sosial.

Menelusuri Potensi di Balik Hobi Memelihara Burung Kicau

Hobi memelihara burung kicau tidak hanya dimonopoli masyarakat Indonesia. Para hobiis di Singapura, Malaysia, Thailand, dan negara Asia Tenggara lainnya juga mudah ditemui. Bedanya, hingar-bingar komunitas pecinta burung kicau di negara-negara tersebut tidak seramai di Indonesia.

Pada masa lalu, masyarakat di dataran Cina, khususnya Hongkong, menjadikan burung kicau sebagai simbil atau status sosial seseorang. Burung kicau tidak hanya dipelihara sebagai kesenangan untuk dinikmati suaranya, melainkan juga dijadikan sebagai burung aduan, misalnya burung kicau hwa mei dan burung kicau pai ling. Di eropa, hobiis burung kicau cenderung memelihara burung kicau dari jenis tertentu.

Sebagai contoh, burung kicau kenari dan burung kicau lovebird merupakan dua jenis burung kicau yang sangat diminati, bahkan sudah dikonteskan. Peraturan kontes burung kicau yang diselenggarakan pun sangat ketat, diantaranya membatasi umur burung kicau dan ukuran fisik burung kicau.

burung ocehan kecil

Di Amerika Serikat, pemeliharaan burung kicau diatur dengan sangat ketat. Hobiis burung kicau harus memiliki izin resmi. Jika melanggar, nasib hobiis burung kicau bisa sama dengan burung kicau dalam sangkar, masuk bui. Jadi, jangan heran jika berbagai jenis burung kicau bisa hidup bebas dan berkembang biak di negeri Paman Sam tersebut. Tidak hanya di hutan, saat berada di lingkungan taman kota (city park), di gedung bertingkat, asrama kampus, apartemen, dan di berbagai sudut kota, kita juga dapat menjumpai burung kicau yang hidup bebas dan terbang di mana-mana. Burung kicau pun bisa berkicau dengan tenang setiap waktu tanpa ada yang menganggu. Kita pun bisa menikmati suara kicauan, tingkah laku dan keindahan burung kicau tersebut kapan saja.

Bangsa burung kicau (aves) memiliki kemampuan adaptasi yang cukup tinggi pada lingkungan yang dihuninya. Hal tersebut ditunjukkan pada kemampuan berkembang biaknya yang sangat cepat. Tidak mengherankan jika ditemukan 8.000 lebih spesies burung hidup di seluruh belahan dunia dengan beragam habitat. Setidaknya, terdapat 29 ordo burung yang terbagi dalam 158 famili.

burung ocehan dijual

Penyebaran burung kicau paling banyak terjadi di Asia, Afrika dan Eropa. Sementara sisanya berada di Benua Amerika. Adapun ukuran fisik, warna bulu, sifat danbentuk ekor burung sangat tergantung pada habitatnya. Tipe dan ciri suara kicauannya pun sangat beragam. Masing-masing burung kicau mempunyai warna suara dan ciri khas tersendiri.

Baca Juga :

Berkembangnya jumlah penggemar burung kicau di Indonesia memang terasa signifikan. Saat ini, hobiis burung kicau semakin bertambah banyak. Ada yang sekedar hobi, ada pula yang sampai jadi “penggila” burung kicau kontes. Tidak hanya di Pulau Jawa, penggila burung kicau bahkan aktif melakukan kontes burung kicau hingga Pulau Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Tentu saja, hal tersebut membuka peluang bisnis yang sangat menjanjikan bagi dunia usaha baru terkait dengan dunia burung kicau, baik berupa sarana dan prasarana perawatan, pakan, obat-obatan maupun vitaminnya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close